Pada ulasan sebelumnya di Part I (silahkan di klik jika belum membaca), telah dijelaskan perbedaan IP Camera dan CCTV analog secara garis besar.

Di Part II ini akan dibahas perbedaannya lebih rinci terutama ditinjau dari sisi metode instalasi dan material pendukung yang digunakan.

 

CCTV Analog.

Dibawah ini adalah tabel material pendukung yang digunakan pada CCTV Analog.

DATA GAMBAR KONEKTOR DATA SUMBER TEGANGAN DC KONEKTOR DC SWITCH MEDIA PEREKAM

KABEL COAXIAL

(RG59,  RG6)

– BNC (DRAT, CRIMPING).

– BNC BALUN (JIKA INSTALASI MENGGUNAKAN KABEL LAN)

ADAPTOR / POWERSUPPLY MALE DC (BAUT)

DIGITAL VIDEO RECORDING

(D V R)

Pada CCTV Analog kabel yang digunakan adalah kabel Coaxial atau kita biasa mengenalnya dengan sebutan Kabel Antena, karena memang kabel coaxial  merupakan kabel yang biasa digunakan untuk antena TV Analog. Dulu pada saat CCTV Analog belum booming seperti sekarang ini (sekitar dibawah tahun 2012), kabel coaxial yang tersedia dipasaran masih berupa kabel coaxial biasa tanpa adanya kabel power DC sehingga instalator diharuskan memasang stop kontak di dekat CCTV berfungsi untuk adaptor yang mensuplai kebutuhan tegangan DC kamera. Namun mulai kisaran tahun 2012 keatas sudah banyak produsen yang memproduksi kabel coaxial disertai kabel power (jadi satu kabel atau kita biasa menyebutnya dengan sebutan RG59+P, RG6+P), sehingga instalator tak perlu repot memasang adaptor di dekat kamera karena adaptor / powersupply sudah bisa terpusat di dekat DVR (satu tarikan kabel).

Kabel Coaxial RG6+Power

Kabel coaxial sendiri yang sering digunakan pada CCTV analog ada 2 jenis yakni RG59 dan RG6. Dari segi fungsi tidak ada perbedaan antara keduanya, yang membedakan adalah Kabel RG59 memiliki luas penampang lebih kecil dibanding RG6. Oleh karena itu RG6 lebih direkomendasikan untuk pemasangan outdoor sebab selain lebih tahan dengan cuaca juga untuk tarikan jarak 300 – 400 meter masih bisa diandalkan.

Untuk metode instalasi / topologi pemasangan CCTV Analog sangat simpel, karena kita hanya perlu melakukan tarik kabel sebanyak jumlah kamera. Semisal kita akan memasang 8 kamera, maka pastinya akan ada 8 tarikan kabel dari titik kamera menuju sentral DVR. Untuk lebih jelasnya, bisa dilihat pada gambar dibawah ini.

Diagram Instalasi CCTV Analog

Pada gambar diatas terlihat ada 4 tarikan dari kabel CCTV (kabel coaxial + power DC) yang menuju sentral DVR dan powersupply, selanjutnya dari DVR kita hanya perlu kabel VGA, HDMI, RCA sebagai monitoring di layar TV dan kabel LAN menuju modem internet sebagai perantara agar DVR bisa online (untuk dipantau di layar HP).

Topologi tersebut diatas sangat cocok untuk pemasangan dengan kamera yang tidak terlalu banyak atau untuk skala yang bangunannya tidak terlalu luas.

Bagaimana jika yang dibutuhkan ada lebih dari 16 kamera?? Atau bahkan 90 kamera seperti pada bangunan bertingkat (hotel, apartemen, dll) ?? atau mungkin 16 kamera namun jarak tiap kamera ke sentral DVR / luas area bangunan yang akan dipasang kamera sangat luas??

Pertanyaan diatas akan kami ulas pada postingan selanjutnya di Part III.

 

Jika Anda masih kurang faham dengan artikel diatas, atau ada pertanyaan seputar CCTV ??? Langsung aja hubungi kami disini.

Gak usah sungkan gaesss. Tanya gratiss kok.. 🙂 

___________
#cctvsurabaya #cctvMojokertoGresik #cctvgresik #cctvMalang #cctvJombang #cctvMurah #cctvSidoarjo #CCTVPasuruan #CCTVJawaTimur #cctv #ipkamera #ipCamera #hikvision #Hilook #infinity #jasaPasangCCTV #bakulCCTV #Jasawebsitesurabaya #softwareAplikasi #jasainstalasiJaringan #LAN #fiberOptic #jasaPembuatanAplikasi #MultimediaProject #PABX #Internusaoptima #JASAINSTALASIPABX #wdpurple #Hardisk #seagateSkyhawk

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *