Pada ulasan sebelumnya di part II, telah dijelaskan tentang CCTV analog secara keseluruhan.

Di Part III ini akan dibahas mengenai IP Camera baik itu dari segi topologi jaringan, metode instalasi maupun material pendukung yang digunakan.

Oke man-teman langsung aja ke TKP. 🙂 

Berbicara mengenai IP Camera maka tak lepas dari pengetahuan seputar jaringan data atau kita biasa mengenalnya sebagai jaringan komputer, karena instalasi kabel yang dipakai menggunakan kabel LAN (bisa UTP, STP, FTP baik itu cat. 5 atau cat. 6 ) dan setting IP Camera yang kita lakukan menggunakan protokol jaringan. Mungkin lebih simpelnya anggap saja saat kita memasang beberapa IP Camera, berarti sama juga dengan kita memasang beberapa PC. Jadi di tiap IP Camera kita nanti diharuskan menyetting IP address-nya.

Masih bingung?? Udah jelass?? Atau malah blaassss ??? 😀

Srupuutt dulu kopinyaa… 😛

Karena menggunakan konsep dasar jaringan komputer, jadi sebaiknya Anda memahami terlebih dahulu macam-macam topologi yang ada di dalam jaringan komputer seperti  Ring, Star, Bus, Mesh, dll. (silahkan baca postingan artikel kami, klik disini)

Dalam instalasi CCTV Analog tentunya berbeda dengan IP Camera. Pada CCTV Analog kita diharuskan menarik kabel dari titik CCTV menuju sentral DVR, sedangkan pada IP Camera kita tidak perlu melakukan itu karena kabel yang akan kita tarik dari tiap-tiap kamera tidak langsung menuju sentral NVR  melainkan menuju switch terlebih dahulu, baru setelah itu dari switch kita tarik 1 kabel menuju ke sentral NVR (kalau IP camera kita tidak menggunakan device DVR melainkan NVR). Memang ada tipe NVR yang sudah include port PoE+IP Address sebanyak chanel nya (contoh: Tipe NVR 16ch+PoE, maka NVR tsb memiliki port sebanyak 16ch yang tiap portnya terdapat PoE+IP Address). Untuk lebih jelasnya mengenai instalasi IP Camera lihat diagram dibawah ini.

Diagram IP Camera

Pada gambar diatas terlihat ada 2 jenis Switch, yaitu PoE switch dan Switch exclude PoE. Ketika kita menggunakan switch yang include PoE, maka kita tidak memerlukan powersupply /adaptor sebagai sumber daya kameranya. Pun juga sebaliknya saat kita menggunakan switch exclude PoE. Jadi switch PoE tersebut berfungsi sebagai sumber daya kamera pengganti powersupply / adaptor.

Pada gambar tersebut juga terlihat sebuah instalasi kabel antar switch. Jadi Ketika beberapa kamera sudah terkumpul di salah satu switch, maka diperlukan 1 port yang bertugas sebagai penghubung antar switch tersebut.

Metode instalasi diatas menjawab pertanyaan pada postingan sebelumnya yaitu Bagaimana jika yang dibutuhkan ada lebih dari 16 kamera?? Atau bahkan 90 kamera seperti pada bangunan bertingkat (hotel, apartemen, dll) ???

Simpelnya begini:

Kita ambil contoh project pemasangan 90 IP Camera di Gedung 10 Lantai (Tiap lantai terdapat 9 IP Cam).  Masing-masing lantai ada 9 unit IP Cam, kita tarik kabel LAN menuju switch 16Port+PoE. Dari switch tersebut kita tarik lagi kabel LAN menuju switch berikutnya. Jadi di tiap lantai terdapat 1 unit switch yang berfungsi sebagai penghubung antar switch (berisi 9 IP Cam) untuk selanjutnya diteruskan ke NVR.

Cara instalasi diatas tentu sangat tidak cocok jika menggunakan CCTV Analog, karena pastinya akan ada 90 tarikan kabel dari tiap kamera menuju sentral monitoringnya (NVR). Disamping sangat tidak efektif & efisien, tentu juga akan menghabiskan banyak biaya pada kabel.

Diagram Perbedaan CCTV Analog dan IP Camera

Kesimpulan dari artikel “Beda CCTV Analog dan IP Camera (Part I – III)” secara umum terletak  pada metode instalasinya. CCTV Analog cocok diaplikasikan pada pemasangan sedikit kamera dan tidak terlalu luas, seperti rumah, sekolahan, kantor & pabrik skala kecil, dll. Sedangkan IP Camera cocok diaplikasikan pada pemasangan banyak kamera dan memiliki lokasi yang luas.

Lalu bagaimana jika jarak tiap kamera ke sentral NVR memiliki luas area bangunan yang amat sangat luas dan juga banyak kamera?? Seperti contoh pabrik yang memiliki panjang hingga 1km atau CCTV pada sebuah kota / kabupaten yang jarak antar kamera nya hingga puluhan km ???

Atau bagaimana jika instalasinya tanpa menggunakan wireless???

Pertanyaan diatas akan kami ulas pada postingan seputar FIBER OPTIC dan CCTV WIRELESS di artikel selanjutnya.

 

Jika Anda masih kurang faham dengan artikel diatas, atau ada pertanyaan seputar CCTV ??? Langsung aja hubungi kami disini.

Gak usah sungkan gaesss. Tanya gratiss kok.. 🙂

___________
#cctvsurabaya #cctvMojokertoGresik #cctvgresik #cctvMalang #cctvJombang #cctvMurah #cctvSidoarjo #CCTVPasuruan #CCTVJawaTimur #cctv #ipkamera #ipCamera #hikvision #Hilook #infinity #jasaPasangCCTV #bakulCCTV #Jasawebsitesurabaya #softwareAplikasi #jasainstalasiJaringan #LAN #fiberOptic #jasaPembuatanAplikasi #MultimediaProject #PABX #Internusaoptima #JASAINSTALASIPABX #wdpurple #Hardisk #seagateSkyhawk

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *