Topologi jaringan internet atau komputer adalah metode atau konsep untuk menghubungkan beberapa komputer sekaligus menjadi jaringan interkoneksi.

Bahasa simpelnya, topologi jaringan adalah sebuah desain jaringan pada komputer.

Nahh, sebelum kita bahas mendetil tentang macam-macam topologi jaringan komputer, tentunya kita harus tahu terlebih dahulu definisi jaringan komputer.

 

Apa itu Jaringan Komputer ???

 

Jaringan komputer adalah hubungan yang memungkinkan satu komputer dengan komputer lain dapat bertukar data dan informasi. Data tersebut di transfer melalui Server dan Client, Server sebagai pemberi data, dan Client sebagai penerima data.

Jaringan komputer bisa dikategorikan dalam beberapa cara yang berbeda. Salah satunya mendefinisikan jenis jaringan sesuai dengan wilayah geografisnya. Misalnya local area networks (LAN), biasanya menjangkau satu rumah, sekolah atau gedung kantor berukuran kecil. Sementara wide area network (WAN) bisa menjangkau lintas kota, negara bagian, atau bahkan seluruh dunia. Dan internet adalah WAN publik terbesar di dunia.

Jaringan komputer juga berbeda dalam pendekatan desainnya. Dua bentuk dasar desain jaringan disebut client-server dan peer-to-peer. Jaringan klien-server menampilkan komputer server terpusat yang menyimpan email, halaman web, file dan aplikasi yang diakses oleh komputer klien dan perangkat lainnya. Sedangkan pada jaringan peer-to-peer terjadi hal yang sebaliknya. Jaringan client-server biasa digunakan untuk bisnis dan jaringan peer-to-peer biasa digunakan untuk di rumah.

Sampai sini faham gaess??

Mudheng gak nih gaess??

apa Mubheng ??? 😀

kalau masih belum faham apa itu jaringan komputer, berarti sama kayak cak Mimin.. hehehe..

Dibaca lagi aja pengertian diatas secara pelan-pelan hingga faham.. okey gaess??!!?! hehehhe..

 

Oke Landjooeett..!!

 

Setelah kita fahami diatas tentang definisi Jaringan Komputer, maka selanjutnya kita harus tahu apa itu Topologi Jaringan (diparagraf pertama diatas sudah dibahas secara simple).

Topologi jaringan adalah konsep yang dipakai untuk menghubungkan komputer satu dengan yang lain, Berdasarkan metode topologi jaringan dibedakan menjadi beberapa macam, yaitu topologi bus, topologi cincin (ring), topologi bintang (star), topologi pohon (tree), topologi mesh, dll. Semua jenis topologi tersebut tentunya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Berikut 10 macam-macam Topologi Jaringan Komputer versi on-nde-spot hehehehe.. 😀

1. Topologi Bus

Topologi Bus merupakan sebuah topologi yang menggunakan kabel tunggal sebagai media transmisinya atau kabel pusat tempat dimana seluruh client dan server dihubungkan. Sehingga komputer atau jaringan lain dapat dengan mudah dihubungkan satu sama lain.

Kabel tunggal ini kita biasa mengenalnya sebagai kabel tulang punggung (backbone). Tulang punggung adalah kabel tunggal yang berfungsi sebagai media komunikasi bersama yang digunakan perangkat atau dihubungkan dengan konektor antarmuka. Perangkat yang ingin berkomunikasi dengan perangkat lain di jaringan, mengirimkan pesan siaran ke kawat yang dilihat oleh perangkat lain, namun hanya penerima yang dituju, yang dapat menerima dan memproses pesan tersebut.

Topologi Jaringan BUS

Topologi bus Ethernet relatif mudah dipasang dan tidak memerlukan banyak kabel dibandingkan dengan alternatifnya. 10Base-2 (ThinNet) dan 10Base-5 (ThickNet) adalah opsi pemasangan kabel Ethernet yang populer untuk topologi jenis bus. Namun, jaringan bus berfungsi paling baik dengan jumlah perangkat yang terbatas. Jika beberapa komputer ditambahkan ke jaringan bus, maka masalah kinerja bisa saja muncul. Selain itu, jika kabel backbone mengalami kegagalan, jaringan tidak dapat digunakan.

– Kelebihan :

  • Layout kabel sederhana sehingga instalasi relatif lebih mudah.
  • Kerusakan satu komputer client tidak akan mempengaruhi komunikasi antar client lainnya.
  • Hemat kabel sehingga biaya instalasi relatif lebih murah.
  • Penambahan dan pengurangan terminal dapat dilakukan tanpa mengganggu operasi berjalan.

 

– Kekurangan :

  • Jika kabel utama atau backbone putus maka komunikasi gagal.
  • Bola kabel utama sangat panjang maka pencarian ganggu menjadi sulit.
  • Kemungkinan akan terjadi tabrakan data (data collision) apabila banyak client yang mengirim pesan dan akan menurukan kecepatan komunikasi.
  • Keamanan data kurang terjamin.
  • Diperlukan repeater untuk jarak jauh.

 

2. Topologi Star (Bintang)

Disebut topologi star karena bentuknya seperti bintang. Sebuah alat yang disebut concentrator bisa berubah hub atau switch menjadi pusat, dimana semua komputer dalam jaringan dihubungkan ke concentrator ini.

Topologi Jaringan Star (Bintang)

Banyak jaringan rumah menggunakan topologi bintang. Jaringan bintang menampilkan titik koneksi pusat yang disebut simpul hub yang bisa berupa hub jaringan, sakelar, atau router. Perangkat biasanya terhubung ke hub dengan Ethernet Unshielded Twisted Pair (UTP). Jika dibandingkan dengan topologi bus, jaringan bintang pada umumnya memerlukan lebih banyak data kabel. Kegagalan pada kabel jaringan bintang mana saja hanya akan membuat satu komputer down, bukan seluruh LAN. Namun jika hub gagal, seluruh jaringan juga akan gagal.

– Kelebihan :

  • Karena setiap komponen dihubungkan langsung ke simpul pusat maka pengelolaan menjadi mudah.
  • Kegagalan komunikasi mudah ditelusuri.
  • Kegalalan pada satu komponen atau terminal tidak mempengaruhi komunikasi terminal lain.
  • Kontrol terpusat sehingga memudahkan dalam deteksi dan isolasi kesalahan serta memudahkan pengelolaan jaringan.

 

– Kekurangan :

  • Kegagalan pusat kontrol memutuskan semua komunikasi.
  • Bila yang digunakan sebagai pusat kontrol adalah HUB maka kecepatan akan berkurang sesuai dengan penambahan komputer, semakin banyak semakin lambat.
  • Boros menggunakan kabel.

 

3. Topologi Ring (Cincin)

Disebut topologi ring karena bentuknya seperti cincing yang melingkar. Semua komputer dalam jaringan akan di hubungkan pada sebuah cincin. Cincin ini hampir sama fungsinya dengan concenrator pada topologi star yang menjadi pusat berkumpulnya ujung kabel dari setiap komputer yang terhubung.

Topologi Ring (Cincin)

Dalam jaringan cincin, setiap perangkat memiliki tepat dua perangkat untuk keperluan komunikasi. Semua pesan bergerak melalui cincin ke arah yang sama (searah jarum jam atau berlawanan arah). Kegagalan pada kabel, perangkat yang memutus loop bisa membuat jaringan tersebut down. Jaringan cincin diimplementasikan menggunakan teknologi FDDI, SONET, atau Token Ring. topologi cincin biasa digunakan di gedung, kantor, atau sekolah-sekolah.

– Kelebihan Topologi Ring (Cincin) :

  • Dapat melayani aliran lalu lintas data yang padat.
  • Aliran data mengalir lebih cepat karena dapat melayani data dari kiri atau kanandari server.
  • Trasmisi data yang relatif sederhana seperti perjalanan paket data dalam satu arah saja.

 

– Kekurangan Topologi Ring (Cincin) :

  • Kerusakan pada salah satu media pengirim/terminal dapat melumpuhkan kerja seluruh jaringan.
  • Paket data harus melewati setiap komputer antara pengirim dan penerima, sehingga menjadi lebih lambat.
  • Pengembangan jaringan menjadi lebih kaku karena penambahan terminal atau node menjadi lebih sulit bila port sudah habis.

 

4. Topologi Tree (Pohon)

Topologi Pohon adalah kombinasi karakteristik antara topologi star dan topologi bus. Topologi ini terdiri atas kumpulan topologi star yang dihubungkan dalam satu topologi bus sebagai backbone. Komputer-komputer dihubungkan ke hub, sedangkan hub lain di hubungkan sebagai jalur tulang punggung atau backbone. Media transmisi merupakan satu kabel yang bercabang namun loop tidak tertutup.

Topologi Tree (Pohon)

Bentuk yang paling sederhana meliputi perangkat hub yang terhubung ke topologi bus yang ada di topologi pohon. Masing-masing hub berfungsi sebagai root dari pohon perangkat. Jenis topologi ini mendukung ekspansi jaringan masa mendatang yang lebih baik daripada topologi jenis bus, yang terbatas dalam jumlah perangkat) atau bintang (dibatasi oleh jumlah titik koneksi hub).

– Kelebihan Topologi Tree (Pohon) :

  • Memungkinkan untuk memiliki jaringan point to point.
  • Mengatasi keterbatasan pada topologi star, yang memiliki keterbatasan pada titik koneksi hub.
  • Topologi tree membagi seluruh jaringan menjadi bagian yang lebih mudah diatur.
  • Topologi tree ini memiliki keunggulan lebih mampu menjangkau jarak yang lebih jauh dengan mengaktifkan fungsi Repeater yang dimiliki oleh HUB.

 

– Kekurangan Topologi Tree (Pohon) :

  • Karena bercabang maka diperlukan cara untuk menunjukkan kemana data dikirim, atau kepada siapa transmisi data ditujukan.
  • Perlu suatu mekanisme untuk mengatur transmisi dari terminal terminal dalam jaringan.
  • Kabel yang digunakan menjadi lebih banyak sehingga diperlukan perencanaan yang matang dalam pengaturannya, termasuk di dalamnya adalah tata letak ruangan.
  • HUB menjadi elemen kritis.

 

Bersambung ke postingan selanjutnya… 

 

Jika Anda masih kurang faham dengan artikel diatas, atau ada pertanyaan seputar Jaringan maupun CCTV ??? Langsung aja hubungi kami disini.

Gak usah sungkan gaesss. Tanya gratiss kok.. 🙂 

___________
#cctvsurabaya #cctvMojokertoGresik #cctvgresik #cctvMalang #cctvJombang #cctvMurah #cctvSidoarjo #CCTVPasuruan #CCTVJawaTimur #cctv #ipkamera #ipCamera #hikvision #Hilook #infinity #jasaPasangCCTV #bakulCCTV #Jasawebsitesurabaya #softwareAplikasi #jasainstalasiJaringan #LAN #fiberOptic #jasaPembuatanAplikasi #MultimediaProject #PABX #Internusaoptima #JASAINSTALASIPABX #wdpurple #Hardisk #seagateSkyhawk #InstalasiJaringan #JasaInstalasiJaringan #JasaInstalasiJaringanSurabaya #JasaInstalasiJaringanSidoarjo #JasaInstalasiJaringanGresik #JasaInstalasiJaringanMojokerto #JasaInstalasiJaringanJombang

1 thought on “Macam-Macam Topologi Jaringan Komputer (Part-I)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *