Oke gaesss !

kita lanjutkan artikel tentang Topologi Jaringan.

Untuk postingan sebelumnya Part-I bisa dibaca disini.

 

5. Topologi Mesh

Topologi Mesh adalah suatu topologi yang memang didisain untuk memiliki tingkat restorasi dengan berbagai alternatif rute atau penjaluran yang biasanya disiapkan dengan dukungan perangkat lunak atau software.

Topologi Mesh

Topologi mesh memperkenalkan konsep rute. Berbeda dengan topologi lainnya, pesan yang dikirim pada jaringan mesh dapat mengambil salah satu dari beberapa jalur yang mungkin dari sumber ke tujuan. Seperti topologi cincin, meskipun ada dua jalur kabel, pesan hanya bergerak dalam satu arah. Beberapa WAN, terutama internet, menggunakan routing mesh. Setiap perangkat yang terhubung satu sama lain pada jaringan mesh disebut sebagai jaring penuh. Jaringan mesh parsial juga ada dimana beberapa perangkat hanya terhubung secara tidak langsung ke perangkat lain.

– Kelebihan Topologi Mesh :

  • Keuntungan utama dari penggunaan topologi mesh adalah fault tolerance.
  • Terjaminnya kapasitas channel komunikasi, karena memiliki hubungan yang berlebih.
  • Relatif lebih mudah untuk dilakukan troubleshoot.

 

– Kekurangan Topologi Mesh :

  • Sulitnya pada saat melakukan instalasi dan melakukan konfigurasi ulang saat jumlah komputer dan peralatan-peralatan yang terhubung semakin meningkat jumlahnya.
  • Biaya yang besar untuk memelihara hubungan yang berlebih.

 

6. Topologi Peer To Peer

Topologi peer to peer merupakan topologi yang sangat sederhana dikarenakan hanya menggunakan 2 buah komputer untuk saling terhubung.
Pada topologi ini biasanya menggunakan satu kabel yang menghubungkan antar komputer untuk proses pertukaran data.

Topologi Peer To Peer

– Kelebihan Topologi Peer to Peer :

  • Biaya yang dibutuhkan sangat murah.
  • Masing-masing komputer dapat berperan sebagai client maupun server.
  • Instalasi jaringan yang cukup mudah.

 

– Kekurangan Topologi Peer to Peer :

  • Keamanan pada topologi jenis ini bisa dibilang sangat rentan.
  • Sulit dikembangkan.
  • Sistem keamanan di konfigurasi oleh masing-masing pengguna.Troubleshooting jaringan bisa dibilang rumit.

 

7. Topologi Linier

Topologi linier atau biasaya disebut topologi bus beruntut. Pada topologi ini biasanya menggunakan satu kabel utama guna menghubungkan tiap titik sambungan pada setiap komputer.

Topologi Linier

– Kelebihan Topologi Linier :

  • Mudah dikembangkan.
  • Membutuhkan sedikit kabel.
  • Tidak memperlukan kendali pusat.
  • Tata letak pada rangkaian topologi ini bisa dibilang cukup sederhana.

– Kekurangan Topologi Linier :

  • Memiliki kepadatan lalu lintas yang bisa dibilang cukup tinggi.
  • Keamanan data kurang baik.

 

8. Topologi Hybrid

Topologi hybrid merupakan topologi gabungan antara beberapa topologi yang berbeda. Pada saat dua atau lebih topologi yang berbeda terhubung satu sama lain, disaat itulah gabungan topologi tersebut membentuk topologi hybrid.

Topologi Hybrid

– Kelebihan Topologi Hybrid :

  • Freksibel.
  • Penambahan koneksi lainnya sangatlah mudah.

 

– Kekurangan Topologi Hybrid :

  • Pengelolaan pada jaringan ini sangatlah sulit.
  • Biaya pembangunan pada topologi ini juga terbilang mahal.
  • Instalasi dan konfigurasi jaringan pada topologi ini bisa dibilang cukup rumit, karena terdapat topologi yang berbeda-beda.
9. Topologi Broadcast

Topologi Broadcast merupakan tipe pertama dari topologi logic komputer. Secara sederhana dapat digambarkan yaitu suatu host yang mengirimkan data kepada seluruh host lain pada media jaringan.

Topologi Broadcast

 

10. Topologi Hirarki

Berbentuk seperti pohon bercabang yang terditi dari komputer induk (host) yang diswitchungkan dengan simpul atau node lain secara berjenjang, jenjang yang lebih tinggi berfungsi sebagai pengetur kerja jenjang dibawahnya, biasanya topologi ini digunakan oleh perusahaan besar atau lembaga besar yang mempunyai beberapa cabang daerah, sehingga data dari pusat bisa didistribusikan ke cabang atau sebaliknya.

Topologi Hirarki

– Kelebihan :

  • Topologi hirarki ini mudah dalam manajemen karena adanya pusat node yang ada di dalam tingkatannya masing-masing.
  • Bisa menjangkau hingga jarak yang jauh jika dengan sifat repeater yang dimiliki oleh hub.

 

– Kekurangan :

  • Apabila ada salah satu node yang rusak, maka node yang berada di bawahnya, akan sulit untuk mengirim node yang jauh atau tetangganya, entah itu tidak berfungsi dengan efektif, maka kinerja akan melambat.
  • Harus memikirkan secara benar-benar matang di dalam mendesainnya, karena kabel yang dibutuhkan oleh topologi ini tidak sedikit.
  • Sering terjadi suatu collision.

 

Itulah tadi macam-macam topologi jaringan komputer. Semoga bermanfaat. 🙂 

Jika Anda masih kurang faham dengan artikel diatas, atau ada pertanyaan seputar Jaringan maupun CCTV ??? Langsung aja hubungi kami disini.

Gak usah sungkan gaesss. Tanya gratiss kok.. 🙂 

___________
#cctvsurabaya #cctvMojokertoGresik #cctvgresik #cctvMalang #cctvJombang #cctvMurah #cctvSidoarjo #CCTVPasuruan #CCTVJawaTimur #cctv #ipkamera #ipCamera #hikvision #Hilook #infinity #jasaPasangCCTV #bakulCCTV #Jasawebsitesurabaya #softwareAplikasi #jasainstalasiJaringan #LAN #fiberOptic #jasaPembuatanAplikasi #MultimediaProject #PABX #Internusaoptima #JASAINSTALASIPABX #wdpurple #Hardisk #seagateSkyhawk #InstalasiJaringan #JasaInstalasiJaringan #JasaInstalasiJaringanSurabaya #JasaInstalasiJaringanSidoarjo #JasaInstalasiJaringanGresik #JasaInstalasiJaringanMojokerto #JasaInstalasiJaringanJombang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *